Doa Bersama Untuk Pengabdian 65 tahun Kostrad
-Baca Juga
Doa Bersama Untuk Pengabdian 65 tahun Kostrad
PENDIV 2,pojokkirimapro.com.Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-65 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), prajurit Divisi Infanteri 2 Kostrad menggelar doa bersama penuh khidmat di Masjid Sabilul Huda, Singosari. (Singosari, 5 Maret 2026)
Kegiatan yang sarat makna religius ini dihadiri oleh para Pejabat Utama Divif 2 Kostrad serta prajurit dari satuan Denma, Ajen, Denhub, dan Denpal. Doa bersama dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur atas pengabdian panjang Kostrad dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam suasana penuh kekhusyukan, para prajurit memanjatkan doa agar seluruh keluarga besar Kostrad senantiasa diberi kekuatan, keselamatan, dan keberkahan dalam setiap tugas pengabdian. Momentum ini bukan hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga meneguhkan nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasi ketangguhan prajurit.
Lebih dari sekadar peringatan, doa bersama ini menjadi refleksi diri bagi setiap prajurit agar terus meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta profesionalisme. Dengan semangat juang yang tak pernah padam, Divif 2 Kostrad meneguhkan komitmen untuk selalu siap menghadapi tantangan demi kejayaan bangsa.
Memasuki usia ke-65 tahun, Kostrad semakin menegaskan dirinya sebagai kekuatan strategis yang tangguh, profesional, dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Semangat pengabdian yang dilandasi iman dan takwa menjadi energi heroik dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Kapten Arh Aris Sumanto, selaku Pabintal Divif 2 Kostrad ditemui Redaksi dalam waktu terpisah menyampaikan:
"Doa bersama ini bukan hanya bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Kostrad, tetapi juga pengingat bagi kita semua bahwa kekuatan sejati prajurit lahir dari iman, ketakwaan, dan pengabdian tanpa pamrih. Dengan semangat spiritual yang kokoh, kita yakin Kostrad akan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI."(Yus).
“Kostrad Prima Mengabdi Untuk Indonesia Maju.”







